Latar Belakang penulisan artikel ini adalah dikarenakan diriku dapat tugan dari pak Agung dosen Orkom (Organisasi dan Arsitektur Computer) tentang perbedaan mikroprosesor intel pada generasi awal.

Mikroprosesor saat ini mampu untuk melakukan tugas-tugas komputerisasi dari peralatan tua dan besar serta cukup mudah di dapat. Banyak perusahaan lain selain Intel mulai membuat Chip 8080, dan beberapa perusahaan (terutama Lilog) membuat versi barn 8080. Intel sendiri kemudian memperkenalkan versi yang terbarunya pada tahun 1976 yang disebut dengan 8085, tetapi karakter dasar dari 8080 tidak banyak berubah sampai tahun 1978 pada saat Intel memproduksi 8086. Mikroprosesor 8088 merupakan versi yang dimodifikasi dari 8086 yang muncul pada tahun berikutnya. Prosesor ini cukup kompatibel dengan 8080 sehingga sotware ¬software yang ditulis untuk 8080 tetap dapat disajikan. Masa ini disebut sebagai generasi ketiga dari mikroprosesor.

Sukses awal dari 8080 telah membawa penggunaannya dalam sistem yang semakin besar. Akhirnya sistem ini menjadi begitu besar hingga mereka tidak mampu mentoleransi lagi limit maksimal 65.000 lokasi pada memori 8-bit yang dialamatkan oleh 8080. 8086 dapat mengalamatkan lebih dari satu juta lokasi pada memori. 8080 juga kian banyak digunakan dalam bidang yang membutuhkan proses yang cepat dari data yang lebih panjang dari 8 bit. Yang dimaksud dengan ukuran data 8-bit 8080 adalah data yang lebih panjang dari 8-bit harus dipecah ke dalam bagian-bagian kecil, dan tiap bagian hams dioperasikan secara terpisah, karena itu waltu proses menjadi lama.


Sedangkan 8086 beroperasi pada data dengan panjang 16-bit, dan tetap mampu memproses data item 8-bit, sehingga bagian yang pendek dan data tetap dapat diproses secara effisien. Seining dengan mulai digunakannya 8080 sebagai komputer multi guna, kelemahan dari instniksi .perkalian dan pembagian dan kelemahan dari operasi bilangan bertanda telah membuatnya sulit digunakan. 8086 menyediakan fasilitas aritrnatik yang kurang pada chip sebelumnya. Semakin banyak program 8080 yang dibuat dengan bahasa tingkat tinggi dan kemudian diterjemahkan kedalam bahasa yang dimengerti oleh 8080. Beberapa aplikasi mendapatkan penanganan data string dan 8080 yang merugikan, hal mana persiapannya kurang matang. Sedangican 8088 didisain untuk memproses data string secara effisien. Dan, akhimya, seining dengan makin kompleksnya sistem, tak ada subuah processorpun yang dapat diharapkan mengerjalcan semua fungsi yang terdapat pada sistem. Tetapi 8080 tidak pernah diprogram untuk dapat bekerjasama dengan processor lainnya. Sebaliknya, 8086 telah didisain untuk dapat digunakan dalam suatu lingkungan multiprocessor seperti 8088, 80186.

Mikroprosesor 16-bit dengan saluran data 8-bit (multiplex) varian dari mikro-prosesor Intel 8086 adalah mikroprosesor Intel 8088. Semua instruksi dalam lingkup perangkat lunak mikroprosesor Intel 8086 dapat diterapkan langsung ke Intel 8088 tanpa perubahan atau perbedaan apapun. Keadaan inilah yang disebut kompatibel sepenuhnya.
Pada bulan Agustus 1981 perusahaan IBM memperkenalkan mikrokomputer IBM PC (IBM Personal Computer) yang menggunakan mikroprosesor Intel 8088 sebagai CPU. Semenjak itu hampir seluruh dunia berpaling ke mikroprosesor Intel 8088 dan keturunannya, dengan menggunakannya menjadi CPU di komputer kompatibel dengan IBM PC. Ketenaran itu tidak lain berupa kehadirannya menjadi CPU dalam keluarga IBM PC, misalnya pada IBM PC standar, IBM PC XT, dan IBM PC AT. Semenjak itu masyarakat mulai banyak menggunakannya dibidang perkantoran, pendidikan, dan keperluan pribadi dirumah. Mikroprosesor Intel 8088 dengan sendirinya melambung ketenarannya, bersama mikrokomputer IBM PC.

2 , , Read More

 Click Here To Download Ebook PS2 HD V.1.3i



5 , Read More



 Kilk Here To view Website Hotel Bukikgadang SIjunjung

Website Wisata Sijunjung oleh hotel bukikgadang yang dulu bernama hotel sahid.

Reservation :

Hotel Bukik Gadang
Jl.M.Yamin.SH Muaro Sijunjung
Kabupaten Sijunjung
Telp (0754) 20736, 21052, 20870.

0 , , , Read More



A. Selayang Pandang


Aliran Sungai Batang Kuantan merupakan salah satu trek ekstrim untuk olahraga arung jeram di Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatra Barat. Sungai ini memiliki jeram-jeram yang berbahaya dan menantang. Apalagi ketika hujan turun dan debit air bertambah, maka arus Batang kuantan akan terasa semakin deras. Sungai dengan panjang 38 km ini terbentuk dari gabungan dua sungai besar yang terdapat di Sumatra Barat, yaitu Batang Ombilin dan Batang Palangki. Hal itu membuat sungai ini menjadi salah satu sungai terbesar di provinsi tersebut.



Dinas Pariwisata Seni Budaya Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sijunjung, sebagai penanggung jawab pengembangan kegiatan wisata dan olahraga di kabupaten tersebut berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi wisatawan yang datang berwisata dan berolahraga. Salah satu upaya yang dilakukan untuk memberikan kenyamanan bagi para pelaku arung jeram adalah dengan mempersiapkan beberapa tenaga pendamping yang bertugas untuk memberi petunjuk tentang seluk-beluk Batang Kuantan. Untuk itu,
kepala dinas menggodok beberapa orang untuk dilatih menjadi tenaga pendamping dengan mendatangkan beberapa instruktur dari Sekolah Arung Jeram Kapinis Kota Bandung.



Guna menarik animo masyarakat luas untuk berwisata ke Batang Kuantan, maka Pemda Kabupaten Sijunjung mengadakan perlombaan arung jeram di sungai tersebut yang diagendakan sebagai salah satu event tahunan. Biasanya, perlombaan diadakan pada bulan Desember saat debit air Batang Buantan sedang naik, sehingga bagus untuk diadakan lomba arung jeram.
B. Keistimewaan


Sebagai lokasi olahraga arung jeram, Batang Kuantan memiliki arus yang kuat. Oleh para pecinta olahraga ekstrim ini, Batang Kuantan dikelompokkan dalam ketegori kesulitan tingkat III. Hal ini menunjukkan, bahwa Batang Kuatan betul-betul tempat yang bagus bagi pecinta olahraga arung jeram untuk mengarungi sungai tersebut. Tentunya, bagi yang ingin mengarungi sungai ini disarankan mempersiapkan fisik secara baik, latihan dengan rutin, dan persiapan peralatan yang memadai. Hal ini untuk berjaga-jaga agar ketika menghadapi hempasan arus sungai yang deras dan berubah-ubah mereka dapat melaluinya dengan baik.


Batang Kuantan masuk dalam ketegori kesulitan tingkat III


Batang Kuantan menyuguhkan variasi kesulitan medan yang berbeda-beda, mulai dari rintangan yang ringan sampai berbahaya. Misalnya, pada arah hulu sungai, trek yang akan dilalui oleh para peserta arung jeram tergolong ringan dengan aliran sungai yang tenang. Memasuki bagian tengah, medan yang dilalui mulai berat dengan jeram-jeram yang berbahaya. Sementara pada bagian hilir sungai, rintangan yang menghadang sudah masuk pada kategori berbahaya dengan jeram yang ekstrim dan rintangan yang sulit. Peserta yang melewati bagian hilir sungai ini, harus cekatan dalam mengayuh perahu agar selamat sampai tujuan.


Medan sungai dengan rintangan ringan


Medan sungai dengan rintangan berbahaya


Batang Kuantan mengalir pada area perbukitan di antara celah bongkahan batu yang menjulang tinggi. Tebing-tebing tersebut berdiri kokoh menutupi sebagian tepian sungai yang ditumbuhi pohon-pohon rindang. Komposisi tebing yang menjulang dan hamparan pohon yang hijau menjadi daya tarik tersendiri saat mengarungi Batang Kuantan.


Di beberapa tempat di lokasi berlangsungnya kegiatan olahraga arung jeram terdapat beberapa obyek wisata yang juga menarik untuk dikunjungi, seperti Tebing Batu Karang untuk olahraga panjat tebing, Air Terjun Batang Tano, dan Ngalau atau gua dengan hamparan batu stalaktit untuk wisata gua. Para pelancong akan terhibur dengan kehadiran beberapa objek wisata tersebut, yang bisa dikunjungi di kala menunggu giliran untuk mendayung maupun ketika istirahat setelah selesai melakukan kegiatan olahraga arung jeram.


Ngalau/gua di tepi Batang Kuantan



Batang Kuantan sering dimanfaatkan oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, seperti Universitas Andalas (UNAND) dan Universitas Bung Hatta Padang serta Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran dan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta untuk tempat latihan, ekspedisi alam, dan susur sungai. Alasan dipilihnya Batang Kuatan adalah karena kondisi sungai yang masih bagus, arus sungai yang besar, dan kondisi alam yang masih asri. Selain beberapa perguruan tinggi tersebut, ada beberapa perkumpulan olahraga arung jeram di Provinsi Sumatra Barat yang juga menjadikan Batang Kuantan sebagai tempat berlatih dan mengasah kemampuan.
C. Lokasi



Arung Jeram Batang Kuantan terletak di Nagari Silokek, Kecamatan Sijunjung, Kabupatan Sijunjung, Sumatra Barat, Indonesia.
D. Akses



Lokasi arung jeram berada sekitar 120 km dari Kota Padang, Ibu Kota Provinsi Sumatra Barat. Perjalanan dapat ditempuh dengan menggunakan angkutan umum (bus), mobil sewaan, atau mobil pribadi. Jika menggunakan angkutan umum (bus), perjalanan dimulai dari Bandar Udara Ketaping Padang menuju terminal Muaro Sijunjung yang ada di Kota Sijunjung. Biasanya para wisatawan dikenakan ongkos sebesar Rp 25.000—Rp 30.000 dengan waktu tempuh sekitar 4 jam (November 2008). Dari terminal Muaro Sijunjung menuju lokasi yang berjarak 14 km, perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan angkutan pedesaan dengan ongkos sebesar Rp 3.000.
E. Harga Tiket



Untuk masuk lokasi tidak dipungut biaya.
F. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya


Fasilitas yang ada di sekitar sungai belum memadai. Hanya ada bebarapa gubuk persawahan yang bisa dimanfaatkan untuk beristirahat sebelum terjun untuk arung jeram atau melepas lelah sehabis mengarungi sungai. Hal tersebut juga berlaku untuk tempat bersantap. Sebelum terjun ke sungai ini alangkah baiknya para wisatawan mempersiapkan sendiri makanan yang dibutuhkan untuk dikonsumsi di tepi sungai. Bagi para wisatawan yang ingin mendapatkan fasilitas yang lebih memadai, dapat memperolehnya di Ibu Kota Kabupaten Sijunjung yang berjarak sekitar 14 km dari lokasi arung jeram.


Sekiranya tidak begitu kenal dengan medan arung jeram di Batang Kuantan, para wisatawan dapat memanfaatkan tenaga pendamping. Mereka siap memandu dan memberi petunjuk tentang situasi dan kondisi medan arung jeram. Tenaga pendamping ini sengaja dipersiapkan oleh pemerintah setempat untuk kenyaman para pengunjung.

1 , , Read More






Kerajaan Jambu Lipo di Kec. Lubuk Tarok kurang lebih 20 Km dari Muaro Sijunjung, merupakan cagar Budaya Kerajaan Minangkabau tempoe doeloe yang nyaris terlupakan dan kurang dipublikasikan. Mengenal lebih jauh tentang Kerajaan Jambu Lipo, terlebih dahulu ada baiknya kita mengetahui tentang Kec Lubuk Tarok.

Kec Lubuk Tarok meliputi 3 nagari yaitu Lalan, Buluh Kasok dan Lubuk Tarok. Berdasarkan data dari kantor BPS Swl-Sijunjung Tahun 2006 jumlah penduduk 13.258 orang terdiri 3.690 KK, penduduk miskin 3.976 orang ( 29,99% ). Selain adat istiadatnya yang masih kuat, banyak rumah-rumah adat dipertahankan keberadaannya. Mata pencaharian penduduk setempat bertani dan berkebun, sebagian juga banyak yang merantau ke Negeri Jiran Malaysia, tingkatan ekonominya sudah membaik. Masalah SDMnya boleh dikatakan sudah maju, banyak orang Lubuk Tarok yang menduduki jabatan penting di pemerintahan , tingkat Kab/Kota Sumatera Barat/tingkat pusat maupun menjadi anggota Kepolisian dan TNI.

Kec Lubuk Tarok termasuk..... kecamatan termuda, hasil pemekaran Kec Sijunjung dan sudah difinitif. Masalah pendidikan, baik SD-SMP dan SMA baru sudah dibangun pada tahun 2007. Untuk pelayanan kepada masyarakat Kantor Polsek Lubuk Tarok juga sudah ada. Untuk pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Lubuk Tarok sudah ada Puskesmas Pembantu dan setiap Nagari juga sudah ada Puskesmas Pembantu. Alat transportasi dari kendaraan roda 2 sampai kendaraan bus juga sudah sampai ke Lubuk Tarok, kesimpulannya tidak ada kendala ke Lubuk Tarok.

Untuk meningkatkan ekonomi masyarakat Kec Lubuk Taruk mulai dibangun kebun sawit 500 hektar oelh PT. Sasindo. Sekarang dalam tahap pekerjaan membuatan pembibitan seluas 4 hektar Lubuk Tarok Dengan Cagar Budaya Kerajaan Jambu Lipo.
Sebagai Kampuang Tuo (Desa yang sudah tua), Lubuk Tarok memiliki Cagar Budaya Kerajaan yang bernama Jambu Lipo. Peninggalan sejarahnya sampai sekarang masih ada dan terawat dengan baik, “Rumah Gadang 24 Ruang” dan bekas Rumah Rajo Jambu Lipo. Sayangnya salah satu kekayaan Kerajaan Jambu Lipo yang merupakan Stempel Kerajaan sudah hilang entah kemana.

Membicarakan rumah gadang 24 ruang, sudah di lakukan Rehab dengan dana dari Pemkab Sijunjung beberapa tahun lalu masih dalam kepemimpinan H. Darius Apan. Pemkab Swl-Sijunjung menyadari bekas Kerajaan Jambu Lipo merupakan asset cagar budaya di Kab Swl-Sijunjung keberadaannya perlu di pertahankan dan dilestarikan.

Peninggalan Kerajaan Jambu Lipo, termasuk Lesung panjang menumbuk padi sewaktu ada acara Adat Nagari misalnya Tagak Gala Pangulu , beberapa kaum wanita menumbuk padi memakai alu bergantian, sehingga menimbulkan musik Perkusi yang betul-betul orisinil diiringi dengan syair-syair yang indah sekali. Didalam menumbuk padi bergantian, rombongan pertama 15 orang, rombongan kedua juga sama dan seterusnya. Selain kesenian tradisional, Randai, Saluang, Rabab, juga ada tari spesifik Lubuk Tarok yaitu tari pedang yang tidak ada kecamatan lainnya.

Cagar Budaya Kerajaan Jambu Lipo Kurang Publikasi;

Sekarang permasalahan yang sudah bertahun-tahun belum terkuaknya masyarakat luar Kab Sijunjung bahkan luar Prov Sumatera Barat, untuk mengenal “ Dimana sebetulnya Kerajaan Jambu Lipo itu berada?. Orang taunya di Kec Lubuk Tarok itu di mana?. Salah satu solusi terbaik adalah :

1. Dibangunnya sebuah pintu gerbang di Simpang Tiga (Km 7) menuju Kec Lubuk Tarok yang berwawasan: Adat Bersandi Syara’ Syara’ Bersandi Kitabullah dengan Motto “ Selamat Datang di Cagar Budaya Kerajaan Jambu Lipo Kec Lubuk Larok Kab Sijunjung”.

2. Masalah-masalah yang sampai sekarang belum tuntas tentang tapal batas Kec Sijunjung dengan Kec Lubuk Tarok itu di kesampingkan dulu. Yang penting bagaimana mewujudkan berdirinya sebuah pintu gerbang tersebut.

3. Perlunya disusun dan diterbitkan buku “Etnografi Kerajaan Jambu Lipo”, termasuk publikasi di media cetak maupun elektronik. Seperti Pemkot Sawahlunto yang sedang gencar-gencarnya menggali sejarah tambang dan mewujudkan museum tambang yang ada di Kelurahan Air Dingin, bahkan akhir tahun 2007 akan lahir buku Etnografi Kota Sawahlunto.

4. Perlunya perhatian serius Bupati Swl-Sijunjung H. Darius Apan dalam menyingkapi permasalahan ini, karena Cagar Budaya Kerajaan Jambu Lipo di Kec Lubuk Tarok adalah peninggalan sejarah yang tak ternilai harganya

Kesimpukan:

Dengan adanya pembangunan sebuah pintu gerbang dengan Motto “ Selamat Datang di Cagar Budaya Kerajaan Jambu Lipo Kec Lubuk Tarok Kab Swl-Sijunjung “.
akan menaikkan performam Kec Lubuk Tarok.

Sebagai sosialisasi langsung kepada orang luar daerah yang kebetulan melewati Jalan Lintas Sumatera ( Jalinsum) baik dari arah Padang menuju Jakarta maupun dari Jakarta ke Banda Aceh, yang kebetulan keberadaan Simpang Tiga menuju Lubuk Tarok berada di Jalinsum masih daerah Kab Sijunjung. Pembangunan pintu gerbang sebagai upaya daya tarik para Biro Travel Pariwisata yang ada di Sumbar maupun luar Sumbar untuk mendatangkan Wisman yang hobynya mengunjungi Cagar Budaya ke Kab Swl-Sijunjung.



2 , , , , , , Read More

a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5TQN35RYDCdFDsqAXnyUY-aeCwfZXfjIU3jjkGZ0JUXGU26q8V1NRKfOQhxPJYSyCQcI_TzaBEcgNlwK-AUwmQwUkCHuY5qF2kawOCgMPqGqTu829UKTr2Q-wRYpOv4Td7iWoyZHBXw8/s1600-h/images.jpg"img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 96px; height: 128px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5TQN35RYDCdFDsqAXnyUY-aeCwfZXfjIU3jjkGZ0JUXGU26q8V1NRKfOQhxPJYSyCQcI_TzaBEcgNlwK-AUwmQwUkCHuY5qF2kawOCgMPqGqTu829UKTr2Q-wRYpOv4Td7iWoyZHBXw8/s400/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5268405219465592658" border="0" //abr /Kekayaan sumber daya alam Kabupaten Sijunjung khususnya spesies anggrek alam sangat mengagumkan sekali. Dari hasil penelitian KPA Wahana Nusantara Adventurir ( WANUSA ), salah satu jenis spesies anggrek alam Vanda Sumatranda, bila musim berbunga tiba akan mengeluarkan bau yang harum, span style="font-style: italic;"very wonderfull/span.br /br /Bunganya sebesar bunga kamboja terdiri 5 kelopak bunga dengan ciri khas warna bunganya cokelat tua bertotol-totol kuning dan tahan lama. Spesies anggrek ini jenis tanaman epifit. Tumbuh menempel di pepohonan atau menempel di tebing berbatuan yang sangat terjal atau di pepohonan besar, memang susah untuk mendapatkannya. Tumbuhnya mudah, dengan memakai media pakis, tidak memerlukan udara dengan kelembaban yang tinggi. Spesies anggrek alam Vanda Sumatranda ini, untuk ke depan bisa sebagai primadona Sijunjung. Karena....span class="fullpost" dikawasan hutan lindung maupun hutan konservasi masih banyak ditemukannya jenis yang satu ini. Sudah saatnya Pemkab Sijunjung mengadakan suatu penelitian kekayaan sumber daya alam spesies anggrek alam, apakah menunggu dulu hutan-hutan itu habis dijadikan lahan perkebunan atau pembalakan liar. Demikian juga DPRD Kab Sijunjung harus merespon tentang kekayaan sumber daya alam berupa spesies anggrek alam, dimasa akan datang bisa memberikan kontribusi terhadap keuangan daerah. Untuk kerjasama melakukan penelitian WANUSA selalu siap kapanpun.br /br /Sebetulnya Kab Sijunjung itu kaya, baik dari segi sumber daya alam maupun sumber daya mineral, belum lagi kekayaan yang diberikan oleh Allah yang maha kuasa yaitu lokasi-lokasi obyek wisata alam, yang baru skala kecil terperhatikan oleh Pemeintah daerah. Kita bisa mengemas berbagai kegiatan wisata alam dengan nilai jual kepada Wisatawan bekerja sama dengan Biro Travel baik yang ada di Sumbar maupun diluar Sumbar mendatangkan Wisatawan. Namun tentunya segala sesuatu perlu persiapkan terlebih dahulu ,dengan konteks perencanaan secara matang. Langkah langkah kedepan yang harus dilakukan, termasuk pembuatan Etnografi, karena dari hasil penelitian baik itu Kabupaten/Kota di Sumbar ini belum ada yang membuat Etnografi. /span

1 Read More

div style="text-align: left;"a href="http://www.friendster.com/photos/59988418/1/368817773"img src="http://photos.friendster.com/photos/81/48/59988418/1_368817773l.jpg" border="0" //abr //divbr /Sebagai peduli kelestarian lingkungan, pada tahun 1982 sudah mulai berkiprah menggeluti bidang lingkungan hidup sebagai pemerhati lingkungan, sering mengadakan petualangan dalam penelitian Sumber Daya Alam terutama spesies anggrek alam dan jenis tanaman kayu langka maupun tanaman buah-buahan langka yang ada di kawasan hutan dan petualangan menjelusuri Ngalau/gua yang ada Kab Swl-Sijunjung.br /br /Pada tahun 1983 sebagai anggota Tim survei Ngalau Loguang yang ada di Jorong Tanggalo Nagari Aia Angek Kec Sijunjung oleh Bappeda Kab Swl-Sijunjung yang waktu itu Ketua Bappeda di jabat oleh Drs. Armeyn An. Ngalau Loguang panjangnya 7 Km sampai ke Nagari Solok Amba. Dalam buku yang di terbitkan oleh tokoh budayawan tradisional Bpk Ali Yasin domisili di Nagari Aie Angek, nama-nama sebagai perintis Ngalau Logung masuk dalam bukunya, alkhamdulilah saya juga dimasukkan.br /br /Merasa prihatin masa depan hutan beserta kelestarian alam di Kab Swl-Sijunjung akan rusak oleh ulah tangan manusia yang memburu kesenangan sesaat secara individuality, atau kelompok/golongan dan berbagai hal lainnya...............span class="fullpost"br /Pada bulan Januari 2003, mulailah merintis membuat budidaya spesies anggrek alam yang tumbuh di daerah hutan pegunungan kab Swl-Sijunjung. Selang 2 bulan juga mendeklarasikan “ Means Of Nusantara Adventurir “ salah satu Natural Love Group bergerak di bidang penelitian Sumber Daya Alam terutama spesies anggrek alam, menggali situs cagar budaya dan situs sejarah serta bidang adventurir menyelusuri Ngalau/gua yang ada di daerah Swl-Sijunjung termasuk masalah lingkungan hidup dan amdal.br /br /Menyinggung budidaya spesies anggrek alam, pada tahun 2005 terwujudlah sebuah Nursery yang dinamakan “Patricia Nursery”, itu mengambil anak pertamanya yang namanya Patricia Intan Suri yang sekarang sedang menyelesaikan studinya di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta Jurusan Psikologi.br /br /Sampai tahun 2007 allhamdulilah pembuatan Green House sederhana sudah terwujud, dari hasil penelitian pakar Biologi Unand bapak Prof Rusdi Tamin dan ibu Prof S. Dahlan yang akrab di panggul ibu Ida. lebih 50 spesies anggrek alam sudah terkoleksi.br /br /Bahkan ibu Wiwik Marlis Rahman, Kadinas Kehutanan Prov Sumbar Ir. Syahrial Syam, Kadinas Pertanian Prov Sumbar juga sudah berkunjung ke Patricia Nursery di Jl. Imam Bonjol No. 79 Muaro Sijunjung, barangkali satu-satunya budidaya spesies anggrek alam yang paling komplit di Sumatera Barat. Mengikuti pameran anggrek alam tingkat nasional sudah lima kali, termasuk pada bulan April 2007 lalu dalam evans Jakarta Fair ikut juga anggrek dari Swl-Sijunjung pameran di bawa oleh ibu Wiwik Marlis Rahmanketua Perhimpunan Anggrek Indonesia Sumbar. Menyinggung apa kepedulian Pemkab Swl-Sijunjung dalam penyelamatan spesies anggrek alam Kab Swl-Sijunjung, baik Bupati H. Darius Apan sendiri maupun instuitusi terkait tak pernah memberikan respon. Namun bagi saya tidak di permasalahkan, saya lebih bangga dengan modal dengkul dan kemauan keras, bisa mewujudkan budidaya anggrek alam, yanmg penting kita sudah berbuat. Yang akan menilai kinerja kita adalah masyarakat , bukan orang-orang birokrator.br /br /Cita-cita nya kedepan, tidaklah muluk muluk. Konteks kedepan untuk mewujudkan wahana penelitian spesies anggrek alam Sijunjung, sehingga nanti kalau ada dari luar daerah mengadakan penelitian spesies anggrek alam tak usah repot-repot harus mendaki gunung dan turun gunung, memasuki hutan rimba belantara di daerah Kab Sijunjung. Demikian keterangan saya sebagai sebuah catatan seseorang perintis lingkungan./spanbr /div style="text-align: left;" /div

0 Read More